Tagged: Obat

Manfaat Bodrexin Tablet untuk Anak

Bodrexin tablet adalah obat demam khusus untuk anak-anak dengan rasa jeruk yang disukai anak-anak. Anak yang mengalami demam ditandai dengan suhu tubuh diatas 37.5. Demam merupakan tanda jika tubuh sedang melawan infeksi. Namun dalam kebanyakan kasus, demam tidak berbahaya dan dapat turun dengan sendirinya.

Manfaat Bodrexin Tablet untuk Anak

Demam merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Umumnya, demam dapat menurun hanya dengan dalam beberapa hari. Selain karena tanda dari infeksi, imunisasi juga dapat menyebabkan demam.

Imunisasi berguna untuk mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk memberikan perlindungan dari virus atau bakteri penyebab penyakit. Vaksin dibuat sedemikian rupa sehingga tidak akan menyebabkan respon imun yang bisa membuat penerimanya sakit. Namun dalam beberapa kasus, penerima vaksin bisa mengalami demam ringan. 

Kenaikan suhu setelah imunisasi tidak akan menyebabkan demam tinggi yang bisa membuat anak kejang. Namun, Anda harus mewaspadai jika anak mengalami gejala berikut setelah imunisasi.

  • Suhu diatas 38.3 derajat celcius pada bayi dibawah 3 bulan dan 38.3 pada anak berusia 3 hingga 6 bulan.
  • Kesulitan menelan cairan
  • Muntah
  • Diare
  • Demam lebih dari 3 hari

Selain menyebabkan demam, imunisasi pada anak juga dapat menyebabkan nyeri dan bengkak pada daerah suntikan. Guna mengatasi nyeri dan demam, Anda bisa memberikan Bodrexin tablet pada anak berusia diatas 2 tahun.

Imunisasi yang bisa menyebabkan demam pada anak adalah imunisasi DPT (Difteri, Tetanus & Pertussis).

Gejala Demam pada Anak

Gejala demam pada anak bergantung pada penyebabnya, namun umumnya anak akan mengalami gejala seperti:

  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kehilangan selera makan
  • Dehidrasi

Untuk mengukur suhu pada anak, gunakan termometer ketiak atau telinga yang lebih akurat jika dibandingkan termometer digital.

Penyebab Demam

Selain karena imunisasi, demam merupakan tanda atau gejala dari penyakit lain yaitu:

  • Infeksi: Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi penyakit lain seperti infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran kemih atau cacar air.
  • Tumbuh gigi: Bayi yang mengalami tumbuh gigi bisa mengalami sedikit peningkatan suhu tubuh.
  • Menggunakan pakaian yang terlalu tebal khususnya pada bayi baru lahir.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Meski dapat mereda dengan sendirinya, namun demam bisa menjadi suatu tanda yang serius jika anak mengalami:

  • Demam diatas 40 derajat celcius.
  • Pada anak dibawah usia 3 bulan mengalami suhu diatas 38 derajat celcius.
  • Demam disertai ruam, sakit pada telinga, sakit kepala, leher kaku dan sakit tenggorokan.
  • Kejang
  • Tidak responsif atau tidak seaktif biasanya
  • Anak lebih rewel dari biasanya dan tidak mau makan atau minum susu.
  • Terlihat selalu mengantuk.

Anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun bisa mengalami kejang saat demam tinggi. Jika anak mengalami kejang, Anda bisa melakukan pertolongan pertama seperti:

  • Kendurkan pakaian anak terutama jika pakaiannya ketat.
  • Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak.
  • Jangan mencoba menghentikan kejang.
  • Singkirkan benda tajam yang ada di dekat anak.
  • Baringkan anak di tempat datar.

Jika kejang lebih dari 5 menit, segera bawa anak ke unit gawat darurat guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pengobatan Demam Pada Anak

Saat anak mengalami demam, Anda bisa memberikan Bodrexin tablet dengan dosis sebagai berikut:

  • 2-3 tahun : 1 tablet
  • 4-5 tahun : 2 tablet
  • 6-8 tahun : 3 tablet

Bodrexin tablet masuk ke dalam golongan obat NSAID (Non-steroidal anti-inflammatory drugs) yang juga dapat mengatasi sakit kepala dan sakit gigi.

Imboost Tablet, Suplemen Pembentuk Imun yang Jadi Andalan

Penguatan imun tubuh di masa pandemi dan di tengah aktivitas yang padat sangatlah penting. Anda memerlukan perlindungan ekstra untuk meningkatkan imun tubuh seperti suplemen. Salah satu suplemen yang akan sangat membantu Anda meningkatkan imunitas adalah Imboost Force.

Imboost Force merupakan suplemen yang memiliki label halal. Suplemen ini dapat meningkatkan imun tubuh Anda terutama dalam menjaga dari radikal bebas, mempunyai kegiatan yang super padat tetapi tidak diseimbangkan dengan pola makan dan pola tidur yang sehat.

Kandungan yang terdapat di dalam Imboost Force adalah Echinacea purpurea dan zinc picolinate. Kedua kandungan ini akan membantu Anda dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan gangguan kesehatan di saluran pernapasan, meredakan peradangan atau luka, membuang zat beracun, dan dapat mencegah Anda terkena virus karena Imboost memiliki sifat antivirus. Bahkan bagi Anda yang mengalami masalah dengan jerawat juga dapat terobati dengan mengonsumsi Imboost Force ini.

Anda bisa mendapatkan Imboost Force ini secara bebas di apotek terdekat atau pun membelinya secara daring di marketplace. Apalagi Imboost  ini dapat dikonsumsi semua kalangan, tidak hanya orang dewasa saja.

Nah, meski begitu Anda tidak bisa hanya bergantung dengan mengonsumsi suplemen peningkat imun tubuh saja. Anda juga harus bisa menyeimbangkan dengan pola hidup sehat dan pola istirahat yang teratur. Hal ini perlu Anda dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh sebagai pelengkap dari suplemen yang Anda konsumsi.

  1. Lakukan olahraga secara rutin dan teratur

Melakukan olahraga secara rutin dan teratur tentunya akan meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan bakteri, virus atau pun infeksi. Anda bisa melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari atau setidaknya minimal 3 hingga 5 kali dalam satu minggu. Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda atau jogging akan sangat membantu. Jika takut berolahraga di tengah keramaian orang, Anda bisa melakukan olahraga di sekitar lingkungan rumah saja. Anda juga bisa melakukan senam atau yoga di dalam rumah jika benar – benar hanya memiliki sedikit waktu.

  1. Memakan makanan sehat dan bergizi

Selain mengonsumsi suplemen dan berolahraga yang rutin, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi juga perlu dilakukan untuk menjaga imun tetap kuat. Makanlah makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein, dan yang mengandung antioksidan. Anda dapat memperoleh nutrisi tersebut dengan mengonsumsi sayuran, buah – buahan, kacang – kacangan hingga olahan seafood dan olahan susu seperti keju dan yoghurt yang akan semakin memperkuat imun tubuh.

  1. Berjemur

Anda dapat berjemur pada pukul 09.00 hingga 10.00 selama 10 sampai 15 menit setiap harinya atau setidaknya 3 kali dalam satu seminggu. Berjemur ini nantinya akan menghasilkan vitamin D yang memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Beristirahat dengan cukup

Hal ini juga tidak kalah penting dari beberapa kegiatan di atas. Istirahat yang cukup dengan memiliki kualitas tidur yang baik tentunya akan sangat penting dalam memperkuat dan meningkatkan daya tahan tubuh. jadi, pastikan Anda mencukupi waktu tidur sesuai dengan usia yaitu 7 – 9 jam untuk orang dewasa dan 8 – 10 jam untuk anak – anak.

Jadi, itulah beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh selain mengonsumsi suplemen seperti Imboost. Keduanya saling berkaitan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar semakin kuat sehingga Anda dapat terhindar dari penyakit dan melawan radikal bebas.

Lakukan Hal ini untuk Terus Tingkatkan Imun Tubuh

Imun tubuh adalah hal penting bagi kesehatan. Bisa dibilang imun tubuh adalah tameng terluar bagi tubuh kita agar  dapat melindungi dari berbagai ancaman penyalit akibat bakteri hingga virus yang masuk dalam tubuh. 

Ditambah dengan kondisi yang seperti sekarang, mengharuskan kita untuk lebih extra lagi dalam menjaga kesehatan serta imun agar dapat terlindungi dari paparan virus. 

Lalu apa hal atau cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imun tubuh? Jelas yang harus dilakukan adalah menerapkan gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk terus tingkatkan imun tubuh: 

1. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Buah dan sayuran berperan penting bagi kesehatan tubuh kita. Berbeda buah dan sayurnya, berbeda pula manfaat yang ditawarkan. Untuk menjaga imun tubuh, Anda bisa konsumsi jeruk, anggur, apel, stawberi, alpukat, pir, bluberri, brokoli, bayam, hingga kacang-kacangan.

2. Olahraga secara teratur

Tak perlu melalukannya berjam-jam setiap hari, Anda dapat melakukannya dengan hanya 30 menit disela-sela kesibukan dan aktifitas harian Anda. Selain sangat baik untuk daya tahan dan sistem kekebalan, olahraga secara teratur dapat ikut mengurangi stress berlebih, serta mampu menurunkan resiko berbagai penyakit berbahaya yang akan masuk dalam tubuh.

3. Tidur yang cukup

Setidaknya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur minimal 6-7 jam dalam sehari. Mungkin masih banyak orang dewasa yang merelakan waktu tidurnya demi pekerjaan dan tidak membayangkan efek buruk setelahnya. Nyatanya, orang dengan jam tidur cukup lebih terjaga kesehatannya, merasa lebih segar, serta imunnya lebih terjaga dengan baik. Untuk jam tidur yang baik agar imun tetap terjaga, baiknya untuk tidura dibawah jam 11 malam dan bangun sebelum jam 5 pagi.

4. Jaga kebersihan diri dan lingkungan

Kebersihan yang dijaga dengan baik akan meminimalisir kuman atau virus yang masuk dalam tubuh. Anda bisa mulai dengan rutin mencuci tangan dan peralatan pribadi secara rutin sebelum makan, menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk, serta rutin membersihkan ruangan.

5. Jangan merokok

Didalam rokok terkandung zat-zat yang tidak baik bagi kesehatan sehingga mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh. Saat sistem kekebalan seseorang sudah lemah, bakteri dan virus akan mudah masuk dan membuatnya rentan terkena berbagai penyakit. 

Bahkan rokok juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan resiko autoimun sehingga tidak dapat membedakan sel tubuh yang sehat dengan yang tidak.

6. Minimalisir stres

Sedang sedang stres, kemampuan alami sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai penyakit menjadi berkurang. Anda bisa bantu pengelolaan stress dengan terus berfikir positif, belajar menenangkan fikiran dengan relaksasi, serta isi kegiatan dengan lakukan hobby yang Anda suka dan minati.

7. Konsumsi vitamin atau suplemen

Selain menjaga kesehatan dengan baik seperti yang sudah dijabarkan diatas, mengkonsumsi vitamin atau suplemen dapat mendukung Anda untuk terus menjaga imun tubuh. Anda bisa konsumsi vitamin dengan kandungan tinggi antioksidan didalamnya agar kekebalan dan imun tubuh dapat terus meningkat. Kandungan ini bisa Anda dapatkan pada Obat Astria Astaxanthin. 

Manfaat Obat Astria:

  • Memelihara daya tahan tubuh
  • Membantu meningkatkan imun dalam tubuh
  • Membantu memulihkan kesehatan setelah sakit
  • Tinggi antioksidan sehingga dapat menangkal radikal bebas

Obat ini dapat diminum tanpa resep dokter dalam penggunaan harian. Anda dapat mengkonsumsinya 1 kapsul perhari setelah makan. 

Saat ingin mengkonsumsi Obat Astria dengan obat atau suplemen daya tahan tubuh lainnya, lebih baik tanyakan pada dokter untuk mengetahui apakah kandungungan Obat Astria bisa menyebabkan interaksi  terhadap kandungan obat lain.

Vaksin Pneumonia, Siapa Saja yang Perlu Mendapatkannya?

Vaksin Pneumonia

Pneumonia merupakan kondisi yang menyerang saluran pernapasan. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Bagi beberapa orang yang tergolong ke dalam faktor risiko, salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menerima vaksin pneumonia.

Dengan mendapatkan vaksin, risiko terkena gejala pneumonia yang parah akan lebih rendah. Selain itu, potensi munculnya komplikasi yang lebih serius juga akan dikurangi.

Siapa yang perlu melakukan vaksin pneumonia?

Meskipun pneumonia bisa menyerang siapa saja, tapi vaksinasi tidak direkomendasikan untuk semua orang. Vaksinasi diberikan hanya kepada orang-orang yang memiliki risiko tinggi terkena gejala pneumonia. 

Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan faktor risiko ini meliputi: 

  • Bayi
  • Lansia di atas usia 65 tahun
  • Anak-anak dan orang dewasa yang memiliki penyakit jangka panjang tertentu, seperti penyakit hati atau ginjal
  • Orang yang menderita gangguan pernapasan kronis seperti asma
  • Orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok
  • Orang yang menjalani pengobatan kemoterapi  dan memiliki penurunan sistem kekebalan tubuh

Vaksin pneumonia bisa diberikan untuk orang-orang dalam golongan faktor risiko di atas. Untuk bayi, vaksin yang diberikan adalah sebanyak dua dosis pada usia 12 minggu sampai dengan satu tahun

Sementara, untuk lansia, pemberian vaksin hanya satu dosis saja. Kemudian, bagi yang menderita kondisi medis jangka panjang tertentu, vaksinasi dianjurkan untuk dilakukan setiap lima tahun sekali, tergantung masalah kesehatan yang mendasarinya.

Jenis-jenis vaksinasi pneumonia

Ada beberapa jenis vaksin yang mungkin akan diberikan ketika Anda melakukan vaksinasi pneumonia. Berikut ini jenis-jenis yang paling umum:

  • PCV13

Jenis vaksin yang satu ini bisa diberikan kepada anak-anak yang sudah berusia di atas dua tahun. Selain itu, vaskin ini juga bisa diberikan pada orang dewasa yang menderta kondis medis jangka panjang tertentu.

Dalam beberapa kasus, pemberian PCV13 juga bisa dilakukan pada lansia. Akan tetapi, hal ini perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dulu. 

  • PPSV23

Jenis vaksin PPSV23 biasanya diberikan untuk lansia yang sudah berusia di atas 65 tahun. Untuk orang-orang di bawah usia tersebut, pemberian vaksin tetap boleh dilakukan jika menderita kondisi medis tertentu.

Selain itu, vaksin ini juga diberikan kepada orang dewasa yang memiliki kebiasaan merokok. 

Pemilihan jenis vaksin pneumonia sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter. Apabila pemberian vaksin dilakukan dengan tepat, maka efek dari vaksin bisa memberikan perlindungan terhadap pneumonia seumur hidup.

Kecuali, bagi orang-orang yang menderita kondisi medis tertentu. Saat menderita kondisi medis tertentu, sistem kekebalan tubuh akan berangsur-angsur mengalami penurunan. 

Oleh sebab itu, pemberian vaksin untuk Anda yang menderita kondisi medis jangka panjang dianjurkan untuk dilakukan secara berkala, setiap beberapa tahun sekali. 

Mengatasi efek samping setelah vaksin

Setelah melakukan vaksinasi, beberapa orang mungkin akan merasakan efek samping. Efek samping ini cenderung ringan dan bisa membaik dengan sendirinya. 

Efek samping setelah vaksinasi serupa dengan gejala flu. Ini meliputi rasa lelah, sakit kepala, nyeri tubuh, demam, pembengkakan dan nyeri di bagian yang disuntik, serta menggigil.

Hal-hal di atas adalah efek samping yang biasa dan sangat umum dialami setelah vaksinasi. Jadi, Anda tidak perlu khawatir ketika mengalaminya.

Efek samping ini akan membaik dengan sendirinya setelah beberapa hari. Apabila efek samping vaksin pneumonia tidak kunjung membaik, coba konsultasikan dengan dokter Anda.