Category: Obat

Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh dengan Obat Imunos

Pada saat pandemi COVID-19 seperti sekarang, penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda untuk membantu tubuh melawan penyakit. Meski meningkatkan sistem kekebalan tubuh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, beberapa perubahan pola makan dan gaya hidup Anda dapat memengaruhi pertahanan tubuh untuk membantu melawan paparan patogen berbahaya, atau organisme yang dapat menyebabkan penyakit. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen salah satunya Obat Imunos.

Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Tingkatkan Kualitas Tidur

Kualitas tidur dan kekebalan tubuh sangat terkait satu sama lain. Kualitas tidur yang buruk terkait dengan kerentanan tubuh yang lebih tinggi jika terpapar virus atau bakteri.

Kualitas tidur yang baik dengan istirahat yang cukup dapat memperkuat kekebalan alami tubuh Anda. Selain itu, Anda dapat tidur lebih banyak saat sakit untuk memungkinkan sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan penyakit dengan lebih baik. Orang dewasa sebaiknya memiliki jam tidur sebanyak  7 jam atau lebih setiap malam, sementara remaja membutuhkan 8-10 jam dan anak-anak dan bayi hingga 14 jam.

Jika Anda sulit tidur, coba batasi waktu Anda menatap layar selama satu jam sebelum tidur, karena cahaya biru atau blue light yang dipancarkan dari ponsel, TV, dan komputer dapat mengganggu ritme sirkadian, atau siklus bangun-tidur alami tubuh.

2. Konsumsi Makanan Nabati 

Makanan nabati utuh termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan antioksidan yang dapat memberi Anda kemampuan untuk melawan patogen berbahaya.

Antioksidan dalam makanan nabati ini membantu penurunan peradangan dengan memerangi senyawa tidak stabil yang disebut radikal bebas, yang dapat menyebabkan peradangan. Peradangan kronis terkait dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit jantung, Alzheimer, dan kanker tertentu.

Sementara itu, serat dalam makanan nabati memberi makan mikrobioma usus, atau komunitas bakteri sehat di usus. Mikrobioma usus yang kuat dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu mencegah masuknya patogen berbahaya ke tubuh Anda melalui saluran pencernaan. Selain itu, buah-buahan dan sayuran juga kaya akan nutrisi seperti vitamin C, yang dapat mempercepat pemulihan saat Anda mengalami flu biasa.

3. Konsumsi Makanan yang Mengandung Lemak Sehat 

Lemak sehat kerap ditemukan dalam minyak zaitun dan salmon, dapat meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap patogen dengan mengurangi peradangan. Meskipun peradangan tingkat rendah adalah respons yang normal terhadap stres atau cedera, peradangan kronis justru dapat menekan sistem kekebalan Anda.

Minyak zaitun memiliki sifat anti-inflamasi, yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Tak hanya itu, sifat anti-inflamasinya dapat membantu tubuh melawan bakteri dan virus penyebab penyakit berbahaya. Asam lemak omega-3, seperti yang ada di salmon dan biji chia, juga melawan peradangan.

4. Konsumsi Makanan Fermentasi atau Minum Suplemen Probiotik Pro

Makanan fermentasi memiliki banyak bakteri menguntungkan yang disebut probiotik, yang dapat mengisi saluran pencernaan. Makanan fermentasi tersebut termasuk yogurt, asinan kubis, kimchi, kefir, dan natto.

Anda juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi suplemen seperti Obat Imunos. Obat Imunos Kaplet adalah suplemen yang dapat digunakan untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Kandungan yang terdapat dalam Obat Imunos Kaplet yaitu ekstrak echinacea purpurea yang memiliki berbagai manfaat diantaranya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh tubuh, mengurangi peradangan dalam tubuh, menurunkan kadar gula darah dengan menghambat enzim yang mencerna karbohidrat, dan mengurangi jumlah gula yang masuk ke darah.

Obat Imunos Kaplet juga dilengkapi dengan kandungan zinc pikolinat sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kanker. Kombinasi kandungan selenium dan vitamin C berfungsi untuk memproduksi protein khusus agar terhindar dari kerusakan sel sekaligus menjaga tubuh dari kondisi kekurangan vitamin C. Anda bisa mendapatkan Obat Imunos Kaplet dengan harga Rp 34.588 untuk kemasan 5 strip isi 4 kaplet.

Lakukan Hal ini untuk Terus Tingkatkan Imun Tubuh

Imun tubuh adalah hal penting bagi kesehatan. Bisa dibilang imun tubuh adalah tameng terluar bagi tubuh kita agar  dapat melindungi dari berbagai ancaman penyalit akibat bakteri hingga virus yang masuk dalam tubuh. 

Ditambah dengan kondisi yang seperti sekarang, mengharuskan kita untuk lebih extra lagi dalam menjaga kesehatan serta imun agar dapat terlindungi dari paparan virus. 

Lalu apa hal atau cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imun tubuh? Jelas yang harus dilakukan adalah menerapkan gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk terus tingkatkan imun tubuh: 

1. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Buah dan sayuran berperan penting bagi kesehatan tubuh kita. Berbeda buah dan sayurnya, berbeda pula manfaat yang ditawarkan. Untuk menjaga imun tubuh, Anda bisa konsumsi jeruk, anggur, apel, stawberi, alpukat, pir, bluberri, brokoli, bayam, hingga kacang-kacangan.

2. Olahraga secara teratur

Tak perlu melalukannya berjam-jam setiap hari, Anda dapat melakukannya dengan hanya 30 menit disela-sela kesibukan dan aktifitas harian Anda. Selain sangat baik untuk daya tahan dan sistem kekebalan, olahraga secara teratur dapat ikut mengurangi stress berlebih, serta mampu menurunkan resiko berbagai penyakit berbahaya yang akan masuk dalam tubuh.

3. Tidur yang cukup

Setidaknya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur minimal 6-7 jam dalam sehari. Mungkin masih banyak orang dewasa yang merelakan waktu tidurnya demi pekerjaan dan tidak membayangkan efek buruk setelahnya. Nyatanya, orang dengan jam tidur cukup lebih terjaga kesehatannya, merasa lebih segar, serta imunnya lebih terjaga dengan baik. Untuk jam tidur yang baik agar imun tetap terjaga, baiknya untuk tidura dibawah jam 11 malam dan bangun sebelum jam 5 pagi.

4. Jaga kebersihan diri dan lingkungan

Kebersihan yang dijaga dengan baik akan meminimalisir kuman atau virus yang masuk dalam tubuh. Anda bisa mulai dengan rutin mencuci tangan dan peralatan pribadi secara rutin sebelum makan, menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk, serta rutin membersihkan ruangan.

5. Jangan merokok

Didalam rokok terkandung zat-zat yang tidak baik bagi kesehatan sehingga mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh. Saat sistem kekebalan seseorang sudah lemah, bakteri dan virus akan mudah masuk dan membuatnya rentan terkena berbagai penyakit. 

Bahkan rokok juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan resiko autoimun sehingga tidak dapat membedakan sel tubuh yang sehat dengan yang tidak.

6. Minimalisir stres

Sedang sedang stres, kemampuan alami sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai penyakit menjadi berkurang. Anda bisa bantu pengelolaan stress dengan terus berfikir positif, belajar menenangkan fikiran dengan relaksasi, serta isi kegiatan dengan lakukan hobby yang Anda suka dan minati.

7. Konsumsi vitamin atau suplemen

Selain menjaga kesehatan dengan baik seperti yang sudah dijabarkan diatas, mengkonsumsi vitamin atau suplemen dapat mendukung Anda untuk terus menjaga imun tubuh. Anda bisa konsumsi vitamin dengan kandungan tinggi antioksidan didalamnya agar kekebalan dan imun tubuh dapat terus meningkat. Kandungan ini bisa Anda dapatkan pada Obat Astria Astaxanthin. 

Manfaat Obat Astria:

  • Memelihara daya tahan tubuh
  • Membantu meningkatkan imun dalam tubuh
  • Membantu memulihkan kesehatan setelah sakit
  • Tinggi antioksidan sehingga dapat menangkal radikal bebas

Obat ini dapat diminum tanpa resep dokter dalam penggunaan harian. Anda dapat mengkonsumsinya 1 kapsul perhari setelah makan. 

Saat ingin mengkonsumsi Obat Astria dengan obat atau suplemen daya tahan tubuh lainnya, lebih baik tanyakan pada dokter untuk mengetahui apakah kandungungan Obat Astria bisa menyebabkan interaksi  terhadap kandungan obat lain.

Vaksin Pneumonia, Siapa Saja yang Perlu Mendapatkannya?

Vaksin Pneumonia

Pneumonia merupakan kondisi yang menyerang saluran pernapasan. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Bagi beberapa orang yang tergolong ke dalam faktor risiko, salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menerima vaksin pneumonia.

Dengan mendapatkan vaksin, risiko terkena gejala pneumonia yang parah akan lebih rendah. Selain itu, potensi munculnya komplikasi yang lebih serius juga akan dikurangi.

Siapa yang perlu melakukan vaksin pneumonia?

Meskipun pneumonia bisa menyerang siapa saja, tapi vaksinasi tidak direkomendasikan untuk semua orang. Vaksinasi diberikan hanya kepada orang-orang yang memiliki risiko tinggi terkena gejala pneumonia. 

Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan faktor risiko ini meliputi: 

  • Bayi
  • Lansia di atas usia 65 tahun
  • Anak-anak dan orang dewasa yang memiliki penyakit jangka panjang tertentu, seperti penyakit hati atau ginjal
  • Orang yang menderita gangguan pernapasan kronis seperti asma
  • Orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok
  • Orang yang menjalani pengobatan kemoterapi  dan memiliki penurunan sistem kekebalan tubuh

Vaksin pneumonia bisa diberikan untuk orang-orang dalam golongan faktor risiko di atas. Untuk bayi, vaksin yang diberikan adalah sebanyak dua dosis pada usia 12 minggu sampai dengan satu tahun

Sementara, untuk lansia, pemberian vaksin hanya satu dosis saja. Kemudian, bagi yang menderita kondisi medis jangka panjang tertentu, vaksinasi dianjurkan untuk dilakukan setiap lima tahun sekali, tergantung masalah kesehatan yang mendasarinya.

Jenis-jenis vaksinasi pneumonia

Ada beberapa jenis vaksin yang mungkin akan diberikan ketika Anda melakukan vaksinasi pneumonia. Berikut ini jenis-jenis yang paling umum:

  • PCV13

Jenis vaksin yang satu ini bisa diberikan kepada anak-anak yang sudah berusia di atas dua tahun. Selain itu, vaskin ini juga bisa diberikan pada orang dewasa yang menderta kondis medis jangka panjang tertentu.

Dalam beberapa kasus, pemberian PCV13 juga bisa dilakukan pada lansia. Akan tetapi, hal ini perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dulu. 

  • PPSV23

Jenis vaksin PPSV23 biasanya diberikan untuk lansia yang sudah berusia di atas 65 tahun. Untuk orang-orang di bawah usia tersebut, pemberian vaksin tetap boleh dilakukan jika menderita kondisi medis tertentu.

Selain itu, vaksin ini juga diberikan kepada orang dewasa yang memiliki kebiasaan merokok. 

Pemilihan jenis vaksin pneumonia sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter. Apabila pemberian vaksin dilakukan dengan tepat, maka efek dari vaksin bisa memberikan perlindungan terhadap pneumonia seumur hidup.

Kecuali, bagi orang-orang yang menderita kondisi medis tertentu. Saat menderita kondisi medis tertentu, sistem kekebalan tubuh akan berangsur-angsur mengalami penurunan. 

Oleh sebab itu, pemberian vaksin untuk Anda yang menderita kondisi medis jangka panjang dianjurkan untuk dilakukan secara berkala, setiap beberapa tahun sekali. 

Mengatasi efek samping setelah vaksin

Setelah melakukan vaksinasi, beberapa orang mungkin akan merasakan efek samping. Efek samping ini cenderung ringan dan bisa membaik dengan sendirinya. 

Efek samping setelah vaksinasi serupa dengan gejala flu. Ini meliputi rasa lelah, sakit kepala, nyeri tubuh, demam, pembengkakan dan nyeri di bagian yang disuntik, serta menggigil.

Hal-hal di atas adalah efek samping yang biasa dan sangat umum dialami setelah vaksinasi. Jadi, Anda tidak perlu khawatir ketika mengalaminya.

Efek samping ini akan membaik dengan sendirinya setelah beberapa hari. Apabila efek samping vaksin pneumonia tidak kunjung membaik, coba konsultasikan dengan dokter Anda.