Author: Darrell

Vaksin Pneumonia, Siapa Saja yang Perlu Mendapatkannya?

Vaksin Pneumonia

Pneumonia merupakan kondisi yang menyerang saluran pernapasan. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Bagi beberapa orang yang tergolong ke dalam faktor risiko, salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menerima vaksin pneumonia.

Dengan mendapatkan vaksin, risiko terkena gejala pneumonia yang parah akan lebih rendah. Selain itu, potensi munculnya komplikasi yang lebih serius juga akan dikurangi.

Siapa yang perlu melakukan vaksin pneumonia?

Meskipun pneumonia bisa menyerang siapa saja, tapi vaksinasi tidak direkomendasikan untuk semua orang. Vaksinasi diberikan hanya kepada orang-orang yang memiliki risiko tinggi terkena gejala pneumonia. 

Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan faktor risiko ini meliputi: 

  • Bayi
  • Lansia di atas usia 65 tahun
  • Anak-anak dan orang dewasa yang memiliki penyakit jangka panjang tertentu, seperti penyakit hati atau ginjal
  • Orang yang menderita gangguan pernapasan kronis seperti asma
  • Orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok
  • Orang yang menjalani pengobatan kemoterapi  dan memiliki penurunan sistem kekebalan tubuh

Vaksin pneumonia bisa diberikan untuk orang-orang dalam golongan faktor risiko di atas. Untuk bayi, vaksin yang diberikan adalah sebanyak dua dosis pada usia 12 minggu sampai dengan satu tahun

Sementara, untuk lansia, pemberian vaksin hanya satu dosis saja. Kemudian, bagi yang menderita kondisi medis jangka panjang tertentu, vaksinasi dianjurkan untuk dilakukan setiap lima tahun sekali, tergantung masalah kesehatan yang mendasarinya.

Jenis-jenis vaksinasi pneumonia

Ada beberapa jenis vaksin yang mungkin akan diberikan ketika Anda melakukan vaksinasi pneumonia. Berikut ini jenis-jenis yang paling umum:

  • PCV13

Jenis vaksin yang satu ini bisa diberikan kepada anak-anak yang sudah berusia di atas dua tahun. Selain itu, vaskin ini juga bisa diberikan pada orang dewasa yang menderta kondis medis jangka panjang tertentu.

Dalam beberapa kasus, pemberian PCV13 juga bisa dilakukan pada lansia. Akan tetapi, hal ini perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dulu. 

  • PPSV23

Jenis vaksin PPSV23 biasanya diberikan untuk lansia yang sudah berusia di atas 65 tahun. Untuk orang-orang di bawah usia tersebut, pemberian vaksin tetap boleh dilakukan jika menderita kondisi medis tertentu.

Selain itu, vaksin ini juga diberikan kepada orang dewasa yang memiliki kebiasaan merokok. 

Pemilihan jenis vaksin pneumonia sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter. Apabila pemberian vaksin dilakukan dengan tepat, maka efek dari vaksin bisa memberikan perlindungan terhadap pneumonia seumur hidup.

Kecuali, bagi orang-orang yang menderita kondisi medis tertentu. Saat menderita kondisi medis tertentu, sistem kekebalan tubuh akan berangsur-angsur mengalami penurunan. 

Oleh sebab itu, pemberian vaksin untuk Anda yang menderita kondisi medis jangka panjang dianjurkan untuk dilakukan secara berkala, setiap beberapa tahun sekali. 

Mengatasi efek samping setelah vaksin

Setelah melakukan vaksinasi, beberapa orang mungkin akan merasakan efek samping. Efek samping ini cenderung ringan dan bisa membaik dengan sendirinya. 

Efek samping setelah vaksinasi serupa dengan gejala flu. Ini meliputi rasa lelah, sakit kepala, nyeri tubuh, demam, pembengkakan dan nyeri di bagian yang disuntik, serta menggigil.

Hal-hal di atas adalah efek samping yang biasa dan sangat umum dialami setelah vaksinasi. Jadi, Anda tidak perlu khawatir ketika mengalaminya.

Efek samping ini akan membaik dengan sendirinya setelah beberapa hari. Apabila efek samping vaksin pneumonia tidak kunjung membaik, coba konsultasikan dengan dokter Anda. 

5 Rekomendasi Cup Feeder Bayi Terbaik

5 Rekomendasi Cup Feeder Bayi Terbaik

Cup feeder bayi adalah gelas kecil mirip sloki yang digunakan untuk meminumkan ASI pada bayi. Fungsi dari cup feeder bayi sendiri adalah untuk mencegah bingung puting pada bayi yang sudah terbiasa menggunakan dot botol susu untuk menyusu.

Cup feeder untuk bayi memang didesain mirip seperti gelas sloki untuk minum sekali teguk. Penggunaan cup feeder sebenarnya lebih disarankan untuk bayi dibandingkan menggunakan dot botol susu. Tujuannya agar bayi tidak bingung puting dan tetap mau menyusu pada ibunya. 

Cup feeder terbuat dari plastik food grade sehingga aman. Sebagai orangtua bijak, kamu tidak perlu ragu menggunakan cup feeder untuk alat bantu menyusui si kecil. 

Cup feeder bayi banyak dipilih oleh para ibu yang bekerja dan masih menyusui ASI eksklusif. Sama halnya dengan botol susu, cup feeder fleksibel digunakan menyusui dengan ASI perah maupun susu formula. 

Sehingga cukup dengan memompa ASI dan menyimpannya dalam botol atau wadah khusus dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin. 

Begitu jadwal menyusui, ambil ASI yang sudah dipompa atau menyiapkan susu formula kemudian dituangkan dalam cup feeder. 

Langsung aja yuk simak beberapa rekomendasi cup feeder bayi terbaik yang aman untuk bayi. 

Sugar Baby Sippy Cup 

Sippy cup atau gelas yang difungsikan melatih si kecil belajar minum sendiri. Produk ini dibuat dari Tritan from Eastman (USA) dan sudah bersertifikasi bebas bahan kimia berbahaya. 

Bagian sedotan didesain dengan pemberat gravitasi sehingga anak dapat minum dari berbagai posisi tanpa tersedak. Bahan sedotan dari silicone yang lembut menjaga gusi bayi dan gigi yang baru tumbuh terjaga dari  luka goresan. 

Little Giant Cup Feeder 

Untuk kualitas produk brand ini tidak perlu diragukan. Karena fokus memberikan perlengkapan khusus bayi, semua produk termasuk cup feeder terjamin BPA free. 

Sama seperti cup feeder lain didesain mungil berkapasitas 30mL. Material Polypropylene yang dipilih membuat produk ini aman digunakan berulang kali hingga 3 bulan. 

Babyqlo Baby Straw Cup with Handle 

Rekomendasi untuk bayi sudah cukup kuat memegang gelas adalah baby cup dari Babyqlo. Desain gelas dibuat dengan tutup dan gagang tangan dari bahan Polypropylene sehingga aman untuk si kecil. 

Karena digunakan oleh bayi, badan botol dibuat dari bahan tritan yang tidak mudah pecah maupun tergores. Untuk media minumnya dilengkapi sedotan yang terbuat dari food grade silikon. 

Unimom Baby Cup Feeder 

Produk cup feeder yang wajib masuk daftar berikutnya dari brand Unimom. Gelas plastik ini dirancang khusus sehingga Anda dapat memberi makan ASI tanpa menyebabkan bingung puting pada bayi. 

Material bahan terjamin bebas zat kimia BPA dan juga dilengkapi skala pengukuran hingga 30mL. Desain melengkung pada tepi gelas efisien menghindari tumpahan dan aliran ASI yang terlalu cepat. 

Claire Baby Cup Feeder 

Rekomendasi pertama produk cup feeder dari brand Little Baby Claire. Material bahan Polypropylene atau polimer adisi yang mana termasuk material termoplastik sehingga mampu merespons suhu panas dengan baik.

Spray dan Lotion Anti Nyamuk Untuk Bayi Terbaik

Anda pastinya ingin melindungi si kecil dari bahaya apapun, tidak peduli sekecil apapun bahaya tersebut, seperti gigitan serangga atau nyamuk. Bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu bersama si kecil di dalam atau luar ruangan, serangga dan gigitan nyamuk sangatlah mengganggu. Tidak hanya itu, serangga-serangga tersebut dapat membawa virus berbahaya yang dapat membuat si kecil sakit. Tergantung di mana Anda tinggal, penyakit yang dapat dibawa oleh serangga di antaranya adalah penyakit Lyme dan virus Zika. Untuk itulah para orang tua harus selalu menyediakan lotion anti nyamuk untuk bayi agar ia terlindung dari gigitan serangga dan nyamuk. 

Lotion anti nyamuk untuk bayi membantu melindungi si Kecil dari penyakit seperti malaria dan demam berdarah

Ada banyak pilihan yang tersedia di pasaran saat ini apabila kita membicarakan spray dan lotion anti nyamuk untuk bayi, masing-masing dengan formula dan kandungan yang dimilikinya. Salah satu yang paling aman digunakan adalah DEET yang dikembangkan oleh Tentara Amerika pada tahun 1946. DEET dianggap sebagai standar emas untuk anti nyamuk di Amerika Serikat. DEET adalah pengusir kimia yang dapat membuat serangga dan nyamuk bingung sehingga mereka akan terbang menghindari manusia. DEET pernah membuat orang tua merasa khawatir karena adanya laporan sebelumnya yang menyatakan anak menderita kejang akibat paparan terhadap DEET. Namun, bahan yang digunakan di dalam DEET telah diuji dan dipelajari secara ekstensif dan ditentukan telah aman untuk digunakan (ketika digunakan sesuai dengan petunjuk) pada bayi berusia lebih dari 2 bulan. Hal ini diamine leh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Agensi Perlindungan Lingkungan (EPA), dan Akademi Pediatri Amerika (AAP). 

Apabila digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan, DEET merupakan pilihan yang paling efektif dalam mencegah penyakit yang dibawa oleh serangga dan nyamuk. DEET paling baik digunakan untuk anak-anak dalam konsentrasi 10 persen hingga 30 persen. Konsentrasi DEET yang lebih tinggi tidak mengusir serangga dan nyamuk dengan lebih baik. Konsentrasi tinggi hanya berarti efek DEET dalam mengusir serangga dan nyamuk lebih lama. Misalnya, DEET dengan konsentrasi 10 persen dapat melindungi Anda dan keluarga selama 2 jam, sementara DEET 3 persen dapat memberikan perlindungan dari serangga dan nyamuk selama 5 jam. Sangat direkomendasikan untuk Anda menggunakan DEET dalam konsentrasi paling rendah, dan untuk tidak berlebihan dalam mengoleskannya melebihi anjuran penggunaan yang disarankan. Anda juga tidak boleh menggunakan DEET bersamaan dengan produk tabir surya, karena hal ini akan meningkatkan risiko Anda terlalu banyak mengoleskan lotion anti nyamuk untuk bayi. 

DEET merupakan salah satu produk spray dan lotion anti nyamuk terbaik yang akan efektif apabila dioleskan langsung ke tubuh si kecil. Karena alasan khawatir akan keamanan suatu produk, biasanya orang tua akan membasahi gelang bayi menggunakan lotion anti nyamuk untuk bayi, menggunakan lilin, serta menggunakan vitamin oral dan bawang putih. Namun, metode alternatif tersebut tidak benar-benar efektif dalam mencegah gigitan serangga. Keinginan untuk menggunakan produk alternatif lotion anti nyamuk untuk bayi cukup dapat dimaklumi. Mengingat kebanyakan dari produk tersebut berbau tidak sedap atau lengket di kulit. Namun, apabila Anda berencana untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, atau tinggal di daerah di mana banyak serangga dan nyamuk, atau bepergian bersama anak ke daerah di mana penyakit Lyme, virus Zika, dan demam berdarah merupakan beberapa kondisi yang sering dijumpai, jangan lupa gunakan lotion anti nyamuk untuk bayi terbaik.

Cara Dapat Biaya Tes Kesehatan yang Murah

Medical check up atau tes kesehatan dilakukan guna mengetahui dan mendeteksi lebih awal penyakit yang bisa menyerang kondisi tubuh. Agar segera mendapat penanganan untuk dapat mencegah sebaran penyakit menjadi lebih besar, untuk melakukan pemeriksaan ini dibuhkan biaya tes kesehatan, bisa itu yang murah atau yang mahal.

Pada umumnya seseorang disarankan untuk melakukan tes kesehatan beberapa tahun sekali, biaya yang dikeluarkan berkisar mulai dari Rp300 ribu hingga Rp10 juta. Bagi masyarakat kurang mampu, nominal tersebut memang terbilang cukup besar, hal itulah yang memunculkan beberapa alternatif melakukan tes kesehatan dengan biaya murah.

Biaya Tes Kesehatan Murah

  1. BPJS

Perlu diketahui bahwa BPJS Kesehatan sebenarnya tidak menanggung biaya medical check up apabila pasien tidak berada dalam keadaan mendesak atau keperluan lain untuk melengkapi keterangan penyakit yang diderita. Meski begitu, jika dokter belum mengetahui secara pasti penyakit dari keluhan, pasien bisa meminta rujukan untuk medical check up.

Nantinya biaya pemeriksaan kesehatan kesehatan tersebut nantinya akan ditanggung BSJS kesehatan, cara ini memang kurang efektif jika pasien dalam kondisi sehat. Namun bisa dimanfaatkan jika pasien benar-benar membutuhkan dilakukannya pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

  1. Puskesmas

Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di puskesmas, pasien bisa bernapas lega karena dalam hal ini merkea tidak akan dibebankan biaya yang tinggi. Pemeriksaan kesehatan yang bisa dilakukan di puskesmas seperti kadar kolesterol, asam urat, gula darah dan beberpaa lainnya.

Meskipun terdengar sederhana, pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu pilihan terbaik untuk pasien yang tidak memiliki dana lebih. Pasien juga bisa berkonsultasi dengan dokter yang memeriksa terkait kondisi tubuh.

Biaya tes kesehatan di puskesmas berkisar dari nominal Rp50 ribu hingga Rp150 ribu untuk pemeriksaan lengkap. Dengan begini pasien akan mengeluarkan biaya lebih murah untuk dapat mengetahui kondisi kesehatan tubuh.

  1. Klinik

Klinik kesehatan juga menyediakan layanan laboratorium untuk melakukan medical check up, layanan yang ditawarkan juga dibanderol dengan harga murah. Yakni kisaran Rp100 ribu hingga Rp1 juta, tergantung bagaimana pasien memilih paket layanan yang disediakan.

  1. Rumah Sakit Swasta & Asuransi Kesehatan

Rumah sakit swasta juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, biasanya harga yang ditawarkan lebih murah ketimbang rumah sakit premium yang bertaraf internasional. Selain itu asuransi kesehatan di luar BPJS juga bisa dimanfaatkan untuk itu, beberapa pihak asuransi bahkan akan menanggung biaya pemeriksaan secara penuh.

Meski begitu biaya yang harus dikeluarkan tergantung pada layanan yang dipilih, nantinya pasien akan dibantu oleh perawat yang berjaga selama melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu dokter berpengalaman juga bakal memberi pendampingan hingga medical check up selesai dilakukan sehingga pasien tidak perlu khawatir jika baru pertama kali melakukan.

  1. Promo Akhir Tahun/Hari Besar

Cara mendapatkan biaya tes kesehatan murah bisa dengan menunggu hingga akhir tahun, selain karena memang pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan selama satu tahun sekali. Klinik atau rumah sakit biasanya akan memberi potongan harga, dilakukan menjelang pergantian tahun dan menjelang hari besar keagamaan serta yang lainnya.

Namun promosi atau potongan harga yang diberikan biasanya hanya untuk layanan-layanan tertentu, selain itu dibatasi dan memiliki persyaratan khusus. Bisa juga pemotongan harga ini diterapkan di saat instansi negara sedang banyak membutuhkan pegawai baru atau rekrutan pegawai, karena memang salah satu persyaratannya memiliki surat keterangan sehat.

Etabion Vitamin dan Mineral Bantu Cegah Anemia Selama Kehamilan

Ada banyak perubahan terjadi selama kehamilan, mulai dari perubahan hormon hingga perubahan bentuk badan. Meskipun pengalaman kehamilan setiap wanita berbeda-beda, satu hal yang pasti adalah risiko anemia. 

Anemia terjadi ketika tidak cukupnya jumlah darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan di dalam tubuh. Anemia ringan akan membuat ibu hamil merasa kelelahan, dan jika tidak segera ditangani akan berdampak serius. 

Maka dari itu tak jarang dokter meresepkan suplemen penambah darah untuk mencegah anemia, salah satunya Etabion Vitamin dan Mineral. Suplemen ini bisa dibeli secara bebas di apotek tanpa resep dokter. 

Penyebab anemia selama kehamilan

Terdapat berbagai jenis anemia dengan penyebab yang berbeda-beda. Ibu hamil cenderung mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Zat besi berperan dalam membuat hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. 

Selama kehamilan, zat besi yang diterima ibu akan disalurkan ke janin untuk membantu tumbuh kembangnya. Simpanan zat besi yang rendah menyebabkan penurunan produksi hemoglobin sehingga terjadilah anemia defisiensi zat besi. 

Kekurangan folat dan vitamin B12 juga bisa menyebabkan anemia. Asam folat membantu mencegah cacat kehamilan, sedangkan vitamin B12 ikut berperan dalam produksi sel darah merah.

Zat besi, folat, dan vitamin B12 dapat ditemukan dalam berbagai makanan. Namun beberapa wanita berisiko tinggi mengalami anemia selama kehamilan, seperti:

  • Hamil anak kembar
  • Memiliki dua kehamilan dengan jarak yang berdekatan
  • Mual dan muntah di pagi hari (morning sickness)
  • Memiliki aliran mensruasi pra-kehamilan yang deras
  • Memiliki riwayat anemia sebelum hamil
  • Jarang mengonsumsi zat besi dan vitamin yang cukup

Gejala anemia defisiensi zat besi selama kehamilan

Gejala anemia seringkali mirip dengan gejala kehamilan pada umumnya, sehingga Anda perlu menjalani tes darah untuk mendapatkan diagnosis. Tanda dan gejala anemia pada ibu hamil meliputi:

  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tak teratur
  • Sesak napas
  • Pusing atau sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Tangan dan kaki terasa dingin

Jika Anda didiagnosa menderita anemia, dokter mungkin akan melakukan tes darah lain untuk menentukan penyebab spesifik anemia atau mengidentifikasi apakah Anda kekurangan nutrisi. 

Etabion Vitamin dan Mineral bantu penuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil

Etabion merupakan suplemen vitamin dan mineral yang biasa diresepkan untuk ibu hamil untuk mencegah dan mengatasi anemia defisiensi zat besi. Suplemen ini juga sangat baik diminum oleh penderita anemia atau siapapun yang berisiko terkena anemia defisiensi zat besi. 

Etabion Vitamin dan Mineral memiliki kandungan vitamin B12, asam folat, vitamin C, vitamin D, zat besi, tembaga sulfat, dan mangan sulfat. Biasanya ibu hamil butuh sekitar 27 miligram zat besi setiap hari, namun dosisnya dapat bervariasi tergantung pada jenis atau suplemen zat besi yang dikonsumsi. 

Kandungan asam folat pada Etabion juga sangat baik untuk mencegah kelainan sistem saraf pada janin. 

Ibu hamil bisa mengonsumsi 1 kapsul Etabion setiap hari setelah makan, atau sesuai dengan anjuran dokter. Selama suplementasi, Anda mungkin mengalami efek samping seperti feses berwarna hitam. Namun tak perlu khawatir karena itu tidak membahayakan. 

Hindari penggunaan obat jika Anda menderita hipersensitif terhadap salah satu komponen dalam obat, serta merupakan pasien yang mengalami transfusi darah berulang. 

Catatan

Agar penyerapan zat besi maksimal, jangan konsumsi Etabion Vitamin dan Mineral bersamaan dengan suplemen lain, misalnya kalsium. Kalsium dapat mencegah tubuh menyerap zat besi dengan baik. 

Selama kehamilan, pastikan juga untuk memakan sumber zat besi lainnya seperti sayuran berdaun hijau, disertai dengan buah-buahan kaya vitamin C untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi.